Postingan

🌷Raih Mindfulness Living dengan Berbenah Waktu dan Uang🌷

Gambar
Selamat malam sahabat, semoga sahabat FB di manapun berada, selalu dimuliakan dan dibahagiakan Allah. Aamiin. Pernah gak ngalamin perasaan gak nyaman banget tapi enggak tau penyebabnya apa? Kita sharing yuuuk...bisa jadi penyebabnya karena pengelolaan waktu dan uang yang belum tepat. Kok bisa? Begini ceritanya, sebagai emak-emak kadang kan saya pengen kerjaan tuh cepet selesai, jadi semua dikerjakan bersamaan atau bahasa lainnya multitasking. Misal pas saya masak, maksa aja pengen sambil cuci piring padahal itu bikin gosong masakan, jadi hasilnya ga optimal, harus mengulang masak lagi, dan tadinya mau cepat justru malah mengambil begitu banyak waktu.Nah, ini tanpa disadari berpengaruh terhadap kondisi psikologis kita. Itu baru soal waktu ya, gimana dengan uang?? Saya suka bertanya-tanya kenapa sebelum akhir bulan, uang belanja sudah tidak cukup? Ini pun bikin pikiran jadi tidak positif, perasaan gak nyaman dan semua perasaan itu ke transfer ke pasangan. Sebagai istri jadi berasa tidak ...

Hari pertama Alya di Kelas Menggambar

Gambar
  Namanya Bu Gita. Beliau adalah guru pendamping Alya saat kelas menggambar di MI Sekolah Alam Indramayu. Begitu kami datang, beliau langsung mengambil alih Alya dari genggaman saya dan mengambil tas yang berisi buku gambar, pensil warna dan minumnya Alya.  Apa reaksi Alya? Manut. Ikut saja sama orang yang baru ditemuinya hari ini. Saya dan ayahnya masih mengikuti dari belakang. Namun begitu mereka berbaur dengan anak-anak lain, kami tidak berani ikut masuk.  Saya salah tingkah, harus gimana. Padahal anaknya anteng-anteng aja. Saya dan suami akhirnya mencari tempat duduk yang nyaman di sebelah mushola, tempat Alya menggambar. Setelah beberapa pekan ini terus bertanya, bagaimana cara yang nyaman buat ngobrol sama suami. Eh hari ini dengan begitu saja Allah menyuguhkan kondisi yang paling nyaman bagi kami berdua untuk beneran berduaan. Sambil memperhatikan sekitar. Di sebrang kami, ada kelas yang masih berlangsung, semua kelas di sini di ruangan terbuka. Angin yang cukup ke...

Kaki Kanan, si Partner Belajar

  Alhamdulillah bisa menuliskan ini. Semoga menjejak soal pikiran dan perasaan saya yang masih terus berproses. Kemarin pagi, saat majengan (bantu2 di uwa yang mau syukuran) Saya Menginjak keramik dan langsung pecah. Pecahannya rupanya mengenai jari jemari kaki kanan. Hal yang ga nyaman justru saat Alya menyaksikan semua itu, menyaksikan bagaimana darah mengucur dari kaki ke lantai. Menyaksikan bagaimana emaknya mengalami hal yang kurang nyaman.  Sambil menahan rasa nano nano itu, saya berucap alhamdulillah namun air mata menetes merasakan nyeri yang keren saat air alkohol disiramkan ke luka.  "Kenapa pake alkohol, periiih, cari getah pisang aja!" Dan uti ulis pun langsung nyari getah batang pisang, tapi ga sebentar, kenapa ga datang-datang. Pas datang, si batang pisang itu ga ada getahnya. Wessslah, siram lagi pake betadine.  Sungguh keren sekali suasana pagi itu. Alya dan Qia menyaksikan semua insiden itu. Pandangannya tak mau lepas dari kaki yang saya tiup-tiup. A...

Memaknai Keajaiban

Gambar
  Kajian Online Magnet Rezeki Selasa, 27 Desember 2022 Tema : Memaknai Keajaiban Narasumber : Ummi Aisyah, CTMR "Apa itu keajaiban?" Tanya Ummi. Beberapa jawaban peserta sangat beragam.  Selalu ditolong Allah, LOP terwujud, dapat rezeki, semakin dekat dengan Allah.  Kemudian Ummi melanjutkan. Kalau doa tidak terjawab, apakah jadi tidak ajaib?kalau menurut kita ga baik apakah tidak ajaib? Kita harus memperluas makna keajaiban. Jadi selalu ditolong Allah adalah tidak selalu kebaikan, bisa jadi teguran Allah itu adalah keajaiban. Tidak selalu hal yang kita inginkan terwujud adalah keajaiban. Tinggal bagaimana kita memaknai apakah ini ujian atau apa, anugerah atau ketidakbaikan. Kita sadar bahwa kita penuh dosa itu adalah keajaiban. Keajaiban adalah tenangnya hati. Jadi saat dikasih ujian, kita tetap tenang itu adalah keajaiban. Bagaimana disetiap langkah kita itu semakin mendekat kepada Allah. Keajaiban mana kala Allah ridho. Manakala nafas kita adalah Allah.  Targetnya...

Kutemukan pesan cinta-Nya di KBSI Personal

Gambar
"Berbenah sejatinya mempersiapkan kematian" itu yang pertama kali saya dengar dari audio teh Rika subana nan lembut meneduhkan. Pesannya begitu dalam sampai terus terngiang dihati. Setelah ikut KBSI Personal rasanya otak saya lebih rapih. Semoga jadi bekal untuk mempersiapkan kematian kelak. Ajaibnya selama kelas berlangsung, saya merasa jadi lebih dekat ke Allah.  Berkomunikasi dengan Allah di setiap garputala. Getaran ayat suci seperti gempa berkekuatan 8 skala Richter, yang mampu meruntuhkan diri yang keras kepala dan penuh dosa ini, agar kembali kepadaNya. "Dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kpd-Nya." Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun"(QS 6:72) Ada perintah salat saat saya melakukan garputala untuk ikut kelas personal ini. Perintah suci dari Sang Pengurus alam semesta, bahwa shalat menjadi kegiatan harian yang sangat penting. Lalu saya mengkaji ulang apa itu salat dari ustad Okeu Setiawan. Beliau menyampaikan bahwa di akhirat...

Maa...

Gambar
  Maaak Kangen Belum sempat aku bilang sayang Belum sempat diri ini bilang maaf Juga Belum sempat bilang terima kasih  Juga belum sempat memelukmu  Kau dipanggil secara tiba-tiba seperti mimpi  Kau paksa aku menginap semalam lagi  Namun ku menolak dan saat kembali Kau sudah tak menjawab panggilanku lagi. Hiks. Maaakkk  Itu semua sudah atas seizin Allah kan…. Maaakkk sedang apa disana….adakah kau pun merindukanku  Maaakkk  Happy mother's day yaaa… Alfatihah

Kutemukan Keajaiban di RSCM

Gambar
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 142)" RSCM 2016 Malam ini tidak hujan. Namun langit pun tak berbintang. Lampu-lampu dari gedung pencakar langit seolah menerangi malam yang gelap. "Tidur di mana ya malam ini?"tanya hati saya saat keluar dari mushola yang hendak dikunci sang marbot. Selepas salat isya berjamaah di mushola rumah sehat itu, saya seorang diri menyusuri selasar RSCM. Handphone saya pun sudah kehabisan baterai sejak sore. Di RSCM tidak mudah menemukan area listrik untuk sekedar ngecharge HP.  Seharian ini saya full di rumah sehat yang selalu ramai dengan lalu lalang orang, baik pasien maupun keluarga pasien yang menemani berobat. Mereka sudah mengantre sejak pukul dua dini hari agar ada di barisan terdepan. Pasien BPJS memang seperti jalanan di Jakarta, selalu penuh. Jadwal saya hari ini periks...